Sahor Bangun Ritonga: Substansi Program Lebih Utama Dibanding Seremonial Pelantikan Lokal
PADANGSIDIMPUAN –
Menurut praktisi hukum kondang di Padangsidimpuan ini, pandangannya selaras dengan visi Ketua Umum DPP Krida Manunggal Budaya Sumut, Bapak Handoko, yang mengedepankan efektivitas dan kebermanfaatan organisasi bagi masyarakat.
Menomorduakan Seremonial Lokal
Sahor menilai, pelantikan pengurus di tingkat daerah secara terpisah seringkali memakan energi dan sumber daya yang besar namun minim dampak substantif.
"Pelantikan tingkat lokal itu sebenarnya tidak terlalu mendesak. Yang lebih penting adalah bagaimana program-program KMB (Krida Manunggal Budaya) Sumut bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di Padangsidimpuan," ujar Sahor Bangun Ritonga saat ditemui.
Mendukung Wacana Pelantikan Massal
Meski menganggap pelantikan lokal bukan prioritas utama, Sahor memberikan pengecualian terhadap wacana Pelantikan Massal yang dicanangkan oleh DPP. Menurutnya, agenda tersebut jauh lebih efisien dan memiliki nilai strategis yang kuat.
Efisiensi Anggaran: Menyatukan prosesi pelantikan dari berbagai daerah dalam satu waktu dan tempat.
Solidaritas Organisasi: Menunjukkan kekuatan dan kesatuan KMB di bawah komando Bapak Handoko.
Fokus Kerja: Setelah pelantikan massal selesai, seluruh pengurus bisa langsung tancap gas menjalankan program kerja tanpa terbebani urusan seremonial yang berlarut-larut.
"Pelantikan massal yang dicanangkan DPP perlu diadakan. Ini adalah langkah taktis agar kita semua memiliki titik start yang sama dan bisa langsung fokus pada pengabdian budaya dan sosial," tambahnya.
Sebagai Koordinator Program KMB Padangsidimpuan, Sahor berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap agenda yang dijalankan di wilayahnya sejalan dengan garis instruksi pusat, sembari tetap menjaga marwah hukum dan budaya di Bumi Angkola.
DPD KMB SUMUT PADANGSIDIMPUAN, 22/02/2026


























































