Random Posts

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 26 Maret 2026

Paguyuban Endang Sewu Batang Toru Siap Bersinergi, Dukung Pembentukan DPD Krida Manunggal Budaya Tapanuli Selatan

Paguyuban Endang Sewu Batang Toru Siap Bersinergi, Dukung Pembentukan DPD Krida Manunggal Budaya Tapanuli Selatan


BATANG TORU, TAPANULI SELATAN – Semangat pelestarian seni dan budaya tradisional di Sumatera Utara terus menguat. Paguyuban Jaran Kepang Endang Sewu Batang Toru, Tapanuli Selatan (Tapsel), menyatakan kesiapannya untuk menjalin kemitraan erat dengan jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Krida Manunggal Budaya (KMB) Sumatera Utara.


Langkah strategis ini ditegaskan langsung oleh Bapak Paiman, tokoh sentral sekaligus sesepuh Paguyuban Jaran Kepang Endang Sewu, pada Rabu (25/03/2026). Selain memberikan dukungan penuh bagi eksistensi KMB Sumut—khususnya yang berada di wilayah Padangsidimpuan—Bapak Paiman juga menyatakan kesiapannya menyokong penuh pembentukan kepengurusan DPD KMB untuk wilayah Tapanuli Selatan.

Menyusun Struktur Kepengurusan Baru

Sebagai langkah konkret, bursa kepengurusan untuk DPD KMB Tapsel mulai dipersiapkan. Beberapa nama potensial yang digodok bakal mengisi posisi calon pengurus di antaranya adalah Wisnu beserta rekan-rekan penggiat budaya lainnya. 

Sinergi antara Endang Sewu dan Krida Manunggal Budaya Sumut ini diharapkan mampu menyatukan visi para pelaku seni di daerah tersebut.

"Kami siap menyokong dan lagi berupaya dalam pembentukan struktur DPD Krida Manunggal Budaya Sumut untuk Tapsel. Ini adalah langkah penting agar kita memiliki wadah yang solid dan terorganisir," ujar Bapak Paiman.

Harapan dan Wadah Aspirasi

Melalui pembentukan DPD KMB Tapsel ini, ada beberapa harapan besar yang ingin dicapai oleh para pegiat seni lokal:


Perluasan Jaringan Seni: Membuka akses komunikasi yang lebih luas antar pelaku seni tradisional di tingkat daerah maupun provinsi.


Wadah Aspirasi yang Legal dan Kuat: Menjadi rumah bersama untuk menampung ide, keluhan, dan harapan para seniman di wilayah Tapanuli Selatan dan sekitarnya.


Pelestarian Budaya Lokal: Menjaga agar kesenian tradisional tetap hidup, berkembang, dan diminati oleh generasi muda di tengah gempuran zaman modern.

Dengan adanya organisasi ini, diharapkan bisa menjadi wadah pelestarian budaya yang nyata, sekaligus memacu semangat masyarakat dan generasi muda untuk lebih giat belajar kesenian tradisional.

Digelarnya pertunjukan tradisional ini tidak luput dari peran aktif masyarakat yang bersumbangsih mengundang kesenian Paguyuban Jaran Kepang Endang Sewu dalam acara Halal bihalal. Pertunjukan tersebut berlangsung sangat semarak dan diramaikan oleh kehadiran tokoh masyarakat, para orang tua, hingga anak-anak yang antusias menyaksikan kelestarian budaya lokal.

Dengan adanya kolaborasi ini, ekosistem kesenian tradisional di Tapanuli Selatan diprediksi akan semakin bergairah dan mendapat atensi yang layak dari berbagai pihak.


DPD KRIDA MANUNGGAL BUDAYA SUMUT PADANGSIDIMPUAN 25/03/2026 

Sabtu, 21 Maret 2026

Ratusan Jemaah Masjid Al-Madani Padangsidimpuan Padati Halaman Samping SPBU Sitamiang

Ratusan Jemaah Masjid Al-Madani Padangsidimpuan Padati Halaman Samping SPBU Sitamiang

PADANGSIDIMPUAN – Gema takbir berkumandang memecah kesunyian pagi di kawasan Sitamiang, Sabtu (21/03/2026). Ratusan jemaah Masjid Al-Madani kembali memenuhi halaman terbuka yang terletak tepat di samping SPBU Sitamiang untuk melaksanakan salat Idul Fitri 1447 H.

​Pemandangan ini seolah menjadi pemandangan ikonik tahunan bagi warga setempat. Meski Masjid Al-Madani memiliki bangunan yang representatif, antusiasme warga yang membeludak setiap tahunnya membuat area halaman luas di samping pom bensin tersebut menjadi pilihan utama sebagai lokasi salat Id.


Tradisi yang Tak Lekang oleh Waktu

​Sejak dulu hingga sekarang, lokasi ini telah bertransformasi menjadi titik temu bagi warga dari berbagai lingkungan di sekitar Sitamiang. Penggunaan halaman di samping SPBU ini bukan sekadar urusan daya tampung, melainkan sudah menjadi bagian dari sejarah dan tradisi masyarakat Al-Madani dalam merayakan kemenangan.

​"Kami sudah terbiasa salat di sini sejak bertahun-tahun lalu. Ada rasa kebersamaan yang berbeda saat bersujud di bawah langit terbuka, bersebelahan dengan deru kendaraan yang melintas pelan di jalan raya," ujar salah satu jemaah yang hadir bersama keluarga besarnya.


Pelaksanaan yang Khidmat dan Tertib

​Meski berada di dekat fasilitas publik yang sibuk (SPBU), pelaksanaan salat tetap berlangsung khusyuk. Panitia dari Masjid Al-Madani tampak sigap mengatur barisan (shaf) jemaah yang meluap hingga mendekati pinggir jalan.

​Beberapa poin utama dalam pelaksanaan tahun ini antara lain:

  • Pengamanan: Kerja sama antara remaja masjid dan pengurus masjid memastikan arus lalu lintas di sekitar SPBU tetap lancar.
  • Pesan Khutbah: Khatib menekankan pentingnya menjaga persatuan dan meningkatkan kepedulian sosial di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat.
  • Kedisiplinan Jemaah: Jemaah terlihat tertib membawa perlengkapan salat masing-masing dan menjaga kebersihan lokasi usai ibadah selesai.


​Hingga berita ini diturunkan, rangkaian ibadah telah selesai dan para jemaah mulai membubarkan diri dengan tertib untuk melanjutkan tradisi silaturahmi ke rumah sanak saudara. Lokasi samping SPBU Sitamiang pun kembali bersih, menyisakan jejak kemenangan spiritual bagi warga Masjid Al-Madani.

Catatan Penulis: Lokasi ini tetap menjadi saksi bisu konsistensi jemaah Masjid Al-Madani dalam menjaga syiar Islam di Padangsidimpuan dari tahun ke tahun.






DPD KMB (Krida Manunggal Budaya) Sumut Padangsidimpuan, 21/03/2026

Minggu, 15 Maret 2026

Perkuat Soliditas, DPD Krida Manunggal Budaya Padangsidimpuan Buka Puasa Bersama di Sentral Coffee & Eatery


Perkuat Soliditas, DPD Krida Manunggal Budaya Padangsidimpuan Buka Puasa Bersama di Sentral Coffee & Eatery


PADANGSIDIMPUAN – Momentum bulan suci Ramadhan 1447 H menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan fondasi bagi jajaran pengurus inti DPD Krida Manunggal Budaya (KMB) Kota Padangsidimpuan. Dalam upaya mempererat tali silaturahmi dan mematangkan struktur internal, organisasi ini menggelar agenda buka puasa bersama yang berlangsung hangat di Sentral Coffee, Minggu (15/03/2026).

Acara yang dimulai menjelang waktu berbuka ini bukan sekadar pertemuan seremonial biasa. Di balik meja-meja diskusi, tampak para tokoh muda penggerak budaya ini larut dalam perbincangan serius namun santai mengenai masa depan pelestarian seni tradisional di tengah dinamika zaman yang kian modern. 


Kehadiran para pengurus inti ini menjadi sinyal kuat bahwa KMB tetap solid sebagai garda terdepan dalam menjaga marwah budaya di Padangsidimpuan maupun sekitaran nantinya.

Apresiasi dan Pentingnya Soliditas Internal

Di sela-sela menanti waktu berbuka, Wahyu Diyono yang mewakili unsur pimpinan organisasi, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh rekan sejawat yang hadir. Ia menekankan bahwa kekuatan sebuah organisasi budaya tidak hanya terletak pada program kerjanya, tetapi pada kedekatan emosional antar pengurusnya.

"Kehadiran rekan-rekan pengurus inti hari ini adalah bukti nyata bahwa komitmen kita terhadap organisasi tidak pernah luntur. Pertemuan ini adalah simbol kebersamaan kita. Kita ingin memastikan bahwa sebelum melangkah keluar untuk masyarakat, internal kita sudah harus 'selesai' dan solid terlebih dahulu," tegas Wahyu dalam sambutan singkatnya yang disambut hangat oleh para rekan pengurus.


Beliau juga menambahkan bahwa kebersamaan di bulan Ramadhan ini diharapkan mampu membawa keberkahan bagi setiap langkah yang akan diambil organisasi ke depannya, terutama dalam menghadapi tantangan pelestarian budaya lokal.

Menyusun Langkah Strategis Pasca-Lebaran

Pertemuan ini juga dimanfaatkan sebagai forum prakonsolidasi untuk membahas langkah-langkah progresif organisasi setelah hari raya Idul Fitri mendatang. Wahyu Diyono secara lugas memaparkan dua agenda besar yang menjadi prioritas utama DPD Krida Manunggal Budaya Padangsidimpuan:


Akselerasi Administrasi dan Legalitas: Pengurus sepakat untuk melakukan finalisasi berkas organisasi. Hal ini dipandang krusial sebagai bentuk profesionalitas lembaga dalam memenuhi standar tata kelola organisasi yang akuntabel. Dengan administrasi yang rapi, KMB siap menjadi wadah yang lebih kredibel bagi para seniman dan budayawan.

Sinergi Strategis melalui Audiensi: Organisasi berencana melakukan kunjungan resmi (audiensi) ke berbagai instansi pemerintah terkait di lingkungan Pemko Padangsidimpuan. Langkah ini bertujuan untuk membangun jembatan komunikasi yang lebih formal agar program-program pelestarian budaya dapat disinergikan dengan kebijakan pembangunan daerah.


"Setelah lebaran nanti, kita tidak akan bersantai. Kita akan langsung bergerak cepat. Fokus utama kita adalah merapikan seluruh aspek legalitas dan mulai menjajaki komunikasi formal dengan instansi-instansi penting di pemerintahan. Kita ingin memastikan visi kita selaras dengan kemajuan kota," tambah Wahyu.

Harapan untuk Masa Depan Budaya Lokal

Diskusi yang berlangsung di Sentral Coffee tersebut juga menyentuh isu-isu strategis mengenai pembinaan generasi muda agar lebih mencintai budaya asli daerah. Para pengurus berkomitmen untuk menjadikan KMB sebagai wadah yang inklusif bagi semua etnis dan kalangan yang memiliki visi serupa dalam menjaga warisan leluhur.



Acara ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kesatuan visi. Dengan semangat baru yang lahir dari pertemuan ini, DPD Krida Manunggal Budaya Padangsidimpuan menyatakan kesiapannya untuk tampil lebih profesional, terorganisir, dan berdampak nyata bagi ekosistem seni dan budaya di Kota Padangsidimpuan pada masa mendatang.



DPD KMB SUMUT PADANGSIDIMPUAN, 15/03/2026