Seni Jaran Kepang Turonggo Srikandi Putro: Penjaga Nyala Budaya di Barumun Selatan Sibuhuan
SIDOMULYO, PADANG LAWAS – Di tengah gempuran modernisasi dan arus digitalisasi yang kian kencang, semangat pelestarian seni tradisi justru menunjukkan taringnya di pelosok Kabupaten Padang Lawas.
Kelompok Seni Jaran Kepang Turonggo Srikandi Putro yang berbasis di Desa Sidomulyo, Kecamatan Barumun Selatan, kini menjadi buah bibir berkat dedikasi mereka yang tak surut dalam menjaga warisan leluhur.
Upaya kolektif masyarakat Desa Sidomulyo ini dinilai patut diacungi jempol. Kelompok ini bukan sekadar wadah hiburan, melainkan benteng pertahanan identitas budaya yang berhasil menyatukan berbagai lapisan generasi, mulai dari orang tua hingga pemuda setempat.
Dedikasi Tanpa Batas di Desa Sidomulyo
Kegiatan latihan rutin yang digelar di pelataran desa menjadi bukti nyata bahwa seni Jaran Kepang masih memiliki tempat di hati masyarakat. Dentuman gong, saron, dan kendang yang mengiringi gerak ritmis para penari kuda lumping menciptakan atmosfer magis yang selalu berhasil menyedot perhatian warga.
Tokoh penggiat seni di desa tersebut Lek Edi menyatakan bahwa menjaga keberlangsungan Turonggo Srikandi Putro adalah bentuk penghormatan terhadap sejarah. "Kami tidak ingin kesenian ini hanya menjadi cerita di buku sejarah. Kami ingin anak-anak di Barumun Selatan bangga dengan akar budayanya sendiri," ujar Edi salah satu pengurus kelompok tersebut.
Harmonisasi Budaya di Tanah Padang Lawas
Kehadiran Jaran Kepang di wilayah Barumun Selatan juga menjadi simbol harmonisasi budaya yang indah. Di tengah keragaman masyarakat, seni ini mampu berdiri tegak sebagai sarana pemersatu. Upaya pelestarian ini mencakup beberapa aspek krusial:
1. Melibatkan remaja desa untuk belajar teknik tari dan musik tradisi agar estafet kesenian tidak terputus.
2. Aktif tampil dalam acara hajatan warga maupun perayaan hari besar nasional, yang secara tidak langsung mengedukasi masyarakat luas tentang keindahan seni Jaran Kepang.
Apresiasi dan Harapan ke Depan
Banyak pihak menilai bahwa apa yang dilakukan oleh Kelompok Turonggo Srikandi Putro di Desa Sidomulyo adalah teladan bagi desa-desa lain di Padang Lawas.
Keberhasilan mereka melestarikan seni budaya di tingkat lokal diharapkan mendapat perhatian lebih luas, baik dari pemerintah daerah maupun pemerhati budaya.
Dukungan berupa fasilitas maupun ruang pementasan yang lebih representatif sangat dinantikan agar api semangat para seniman ini tetap menyala. Dengan konsistensi yang ditunjukkan sejauh ini, Desa Sidomulyo telah membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk menjadi pusat pelestarian budaya yang membanggakan di Sumatera Utara.
DPD Krida Manunggal Budaya Padangsidimpuan 05/04/2026












0 Comments:
Posting Komentar