Seni Jaran Kepang: Nilai Tradisi yang Tetap ‘Bernyawa’ di Tangan Generasi Muda Pasaman Barat
Pasaman Barat–
Di tengah gempuran tren digital dan budaya pop global, sebuah pemandangan kontras namun harmoni terlihat di pelosok Pasaman Barat. Suara pecut yang menggelegar dan ritme gamelan yang statis bukan lagi sekadar hiburan pengisi waktu luang bagi warga sepuh, melainkan identitas yang kian digandrungi oleh generasi muda melalui seni Jaran Kepang Pegon.
Fenomena ini membuktikan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam seni tradisional ini masih sangat relevan dengan dinamika kehidupan pemuda masa kini.
Lebih dari Sekadar Tarian Kuda Lumping
Bagi para pemuda di Pasaman Barat, Jaran Kepang Pegon bukan hanya soal atraksi fisik atau aspek magis.
Ada nilai-nilai fundamental yang mereka serap selama proses latihan hingga pementasan:
Kedisiplinan dan Etos Kerja: Gerakan Jaran Kepang Pegon yang cenderung lebih gagah dan terukur menuntut ketahanan fisik serta disiplin tinggi.
Keteguhan Karakter: Simbol "prajurit berkuda" dalam tarian ini mengajarkan filosofi pantang menyerah dalam menghadapi tantangan hidup modern.
Wajah Baru Jaran Kepang Pegon
Salah satu penggerak seni di Pasaman Barat Bapak Wardi mengungkapkan bahwa antusiasme remaja saat ini justru meningkat karena mereka melihat Jaran Kepang sebagai medium ekspresi diri yang unik.
"Dulu orang anggap ini kuno. Sekarang, anak-anak muda bangga pakai kostum Pegon yang gagah. Mereka merasa punya akar sejarah yang kuat di tanah rantau ini," ujar Wardi salah seorang pengelola paguyuban seni setempat.
Kehadiran media sosial juga turut mengubah cara generasi muda melestarikan tradisi ini. Dokumentasi pementasan yang estetik di platform digital membuat Jaran Kepang Pegon naik kelas dan semakin dikenal luas, sekaligus mematahkan stigma bahwa budaya lokal itu ketinggalan zaman.
Menjaga Identitas di Era Global
Relevansi Jaran Kepang di Pasaman Barat menjadi bukti bahwa tradisi bisa bertahan jika diberikan ruang bagi kaum muda untuk berinovasi tanpa menghilangkan pakem aslinya. Nilai spiritualitas dan penghormatan kepada leluhur tetap terjaga, namun dibungkus dengan energi muda yang penuh semangat.
Dengan terus lestarinya Jaran Kepang Pegon, generasi muda Pasaman Barat tidak hanya sekadar menari, tetapi juga sedang merawat benteng budaya dari pengikisan identitas di era modern.
DPD KMB SUMUT PADANGSIDIMPUAN 04/04/26













0 Comments:
Posting Komentar