Syahdu Lantunan Al-Quran di Masjid Lama Al-Madani: Tradisi Tadarus yang Tak Lekang oleh Zaman
PADANGSIDIMPUAN –
Memasuki malam-malam penuh berkah, suasana di Masjid Lama Al-Madani, Kelurahan Sitamiang Baru, Kota Padangsidimpuan, tampak berbeda.
Bukan sekadar tempat ibadah, masjid bersejarah ini bertransformasi menjadi pusat energi spiritual yang mempertemukan lintas generasi dalam satu balutan seni:
Tradisi tadarusan yang digelar setiap malam ini bukan sekadar rutinitas, melainkan panggung bagi harmoni suara yang memecah keheningan malam di Sitamiang Baru.
Semangat Orang Tua: Bagi para tetua di Sitamiang Baru, tadarus adalah cara menjaga "nadi" masjid tetap berdenyut. Kehadiran mereka menjadi jangkar moral dan teladan bagi yang muda.
Energi Muda-Mudi: Tidak mau kalah, generasi Z dan milenial di lingkungan ini terlihat antusias. Mereka membawa gaya bacaan yang segar dengan penguasaan tajwid dan naghom (seni irama) yang mulai terasah.
"Mendengar anak-anak muda kita berani melantunkan ayat suci dengan irama yang indah adalah kebahagiaan tersendiri. Ini membuktikan bahwa Al-Quran tetap punya tempat di hati mereka di tengah gempuran teknologi," ujar salah satu pengurus masjid.
Kenapa Ini Penting?
Pelestarian Tradisi: Menjaga marwah Masjid Lama Al-Madani sebagai pusat peradaban Islam di Sitamiang Baru.
Filter Sosial: Menjadi wadah positif bagi remaja agar terhindar dari kegiatan malam yang tidak bermanfaat.
Silaturahmi: Mempererat ikatan bertetangga (ukhuwah islamiyah) antar warga Sitamiang Baru.
Kegiatan ini membuktikan bahwa di tengah modernitas kota Padangsidimpuan, syiar Islam melalui seni baca Al-Quran masih menjadi magnet yang kuat bagi masyarakatnya.
DPD KMB PADANGSIDIMPUAN, 21/02/2026













0 Comments:
Posting Komentar