Misteri di Balik Aroma Kendang: Mengapa Pemain Jaran Kepang Kerap Mencium Alat Musik Tradisional?
PADANGSIDIMPUAN – 21/02/2026
Pernahkah Anda memperhatikan atraksi Jaran Kepang (Kuda Lumping) di mana para pemainnya, terutama saat berada dalam kondisi trance atau 'ndadi', tiba-tiba mendekat dan mencium atau menghirup aroma kendang? Fenomena unik ini sering dianggap mistis oleh penonton awam. Namun, ternyata ada fakta menarik yang menyertainya.
Ketua Bidang Pengembangan dan Penelitian DPD KMB (Krida Manunggal Budaya) Kota Padangsidimpuan, Rival, memberikan penjelasan yang mendalam mengenai fenomena ini. Menurutnya, aksi tersebut bukanlah sekadar gerakan tanpa makna, melainkan sebuah interaksi spiritual dan sensorik yang "sangat luar biasa."
Ikatan Emosional dan "Nafas" Tradisi
Menurut Rival, ada beberapa faktor kunci yang membuat interaksi antara pemain dan kendang begitu kuat:
Pusat Energi (Komando):
Dalam kesenian Jaran Kepang, kendang adalah "jantung" dari seluruh pertunjukan. Irama kendang mengatur tempo, dinamika, hingga intensitas energi para pemain. Mencium kendang adalah simbol penghormatan terhadap sumber energi tersebut.
Aroma Kayu dan Kulit Alami:
Kendang tradisional dibuat dari kayu pilihan dan kulit hewan asli. Rival menjelaskan bahwa aroma khas dari material alami ini memiliki efek menenangkan sekaligus memicu fokus yang dalam bagi pemain yang sedang menari.
Koneksi Spiritual:
Bagi para pelaku seni di wadah KMB Padangsidimpuan, alat musik bukan sekadar benda mati. Mencium kendang melambangkan penyatuan diri antara raga penari dengan jiwa musik tradisional itu sendiri.
"Aksinya terlihat sederhana, tapi maknanya sangat luar biasa. Ada semacam pertukaran energi. Penari merasa mendapatkan kekuatan tambahan atau ketenangan saat menghirup aroma kendang yang tengah dimainkan dengan ritme tinggi," ujar Rival.
Penelitian dan Pengembangan Budaya
Sebagai sosok yang membidangi penelitian dan pengembangan di Organisasi DPD KMB Padangsidimpuan, Rival menekankan pentingnya masyarakat memahami sisi filosofis di balik atraksi yang terlihat misteri. Ia ingin memastikan bahwa warisan budaya seperti Jaran Kepang tetap lestari di Kota Padangsidimpuan dengan narasi yang edukatif, bukan hanya sekadar tontonan magis.
Fenomena ini membuktikan bahwa kesenian tradisional kita memiliki kedalaman rasa yang melampaui logika visual semata. Antara bunyi, aroma, dan gerak, semuanya menyatu dalam satu harmoni yang magis.
DPD KMB PADANGSIDIMPUAN, 21/02/2026












0 Comments:
Posting Komentar